Tampilkan postingan dengan label Keluarga Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Muslim. Tampilkan semua postingan

Wajib Baca : Inilah Anjuran Islam Dalam Memilih Nama Untuk Anak

Cahayatasbih.com - Bagi sebagian orang, bukan menjadi masalah jika tidak mempersiapkan sebuah nama untuk anak yang akan lahir. Namun tidak sedikit pula yang sudah sibuk membuat list nama sejak sebelum anak terlahir ke dunia.

Di dalam pergaulan sehari-hari kita mungkin sering mendengar kalimat ‘apalah arti sebuah nama’. Ternyata bagi Agama Islam, nama memiliki arti penting. Pasalnya pada hari kiamat nanti, manusia dipanggil sesuai nama diri dan ayahnya.



Sehingga sudah seyogyanya panggilan yang melekat ini berisi doa serta harapan dan tidak boleh asal-asalan. Bagi orang tua hal ini sudah harus menjadi perhatian penting. Islam menganjurkan agar memperhatikan hal ini sebelum memberi nama anak. Apa saja? Berikut ringkasannya.

1. Ketahui Nama-nama yang Disukai Allah 
Sebelum memberi nama anak, ketahui dahulu apa saja nama-nama anak yang paling disukai Allah SWT. Dalam banyak hadistnya, Rasulullah SAW menyebutkan nama-nama yang indah dan disukai Allah.

Berdasarkan hadist riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW mengatakan tentang dua nama yang sangat disukai Allah, yakni Abdullah dan Abdurrahman. Namun tentu saja ini nama untuk anak laki-laki.

Ibnu Umar ra. mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya” Sesungguhnya nama kalian yang paling disukai oleh Allah ialah Abdullah dan Abdurrahman” (HR Muslim)

Ada pula nama lain yang disukai Allah. Adalah nama-nama para nabi Rasul yang disarankan diberikan untuk nama anak. Memberi nama anak dengan nama nabi karena diharapkan anak tersebut akan memperoleh berkah dari sebutan namanya. Dan diharapkan memperoleh sifat menyerupai nabi yang namanya di pakai.

2. Ketahui Nama-nama yang Dibenci Allah 
Hal kedua yang perlu diperhatiakan sebelum memberi nama anak adalah mengetahui nama-nama yang dibenci Allah SWT. Bukan tidak disampaikan, Rasulullah SAW sudah mengabarkan nama-nama yang membuat Allah marah.

Salah satunya adalah nama Malikul Amlaak dan sejenisnya seperti Ahkamul Hakimin, Sulthonus Salaathiin, Robbul Arbaab. Nama-nama ini khusus hanya untuk Allah. Sehingga sebagai hamba-Nya kita dilarang memakainya.

Selain nama tersebut ada lagi nama yang tidak disukai Allah. Samurah bin Jundub ra. menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Jangan sekali-kali memberi nama budak kalian dengan nama Yasar (Mudah atau kaya), Najih (dari kata Najh yang artinya sukses). Juga jangan diberi nama Aflah (dari kata Al Falah yang artinya beruntung). Sebab jika kamu bertanya “Apakah ada dia?” lalu dia tidak ada, maka akan dijawab “Tidak ada”. Sungguh semua itu hanya empat nama.  (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Hadist ini melarang kita memberi nama seseorang dengan empat nama tersebut. Sebab akan menimbulkan kosekunsi kurang baik. Misalnya seseorang diberi nama Aflaah (untung). Suatu ketika jika kita mencarinya “Apakah disana ada dia” lalu ternyata orang tersebut tidak ada, maka akan dijawab “Tidak ada”, yakni tidak ada untung. Kalimat tidak ada untung tersebut sebenarnya mengatakan keadaan yang sesungguhnya bahwa orang yang bernama untung tidak ada di sana. Namun kalimat itu bisa saja semacam keluhan atau doa.

3. Jangan Memberi Nama dengan Menyematkan Nama Bulan Masehi
Seperti diketahui banyak sekali umat Islam yang menyematkan nama bulan masehi pada nama lengkapnya. Perlu diketahui bahwa nama-nama bulan dari Januari hingga Desember diambil dari nama dewa-dewi dalam mitologi Yunani dan Romawi kuno.

Januari berasal dari kata Janus yang merupakan nama dewa pintu. Februari berasal diambil dari bahasa Latin, Februus, yang merupakan nama dewa penyucian. Dahulu bangsa Yunani melakukan penyucian pada bulan ini. Dan nama yang sering digunakan antara lain Febri, Febi, Febrian, Febriana, Febrianto dll.

Maret diambil dari nama  Dewa Mars atau Martius yakni Dewa Perang. Nama yang sering digunakan dengan bulan ini seperti Maryanto, Martini, Marina dll.

April diambil dari nama Aphrodite yaitu sang dewi kecantikan. Mei diambil dari nama Dewi Yunani, yaitu Maia. Juni dari Dewi Juno yang dalam mitologi Romawi adalah istri Dewa Jupiter. Juli diambil dari nama Julius Caesar. Augustus, yang merupakan kaisar Romawi. September   diambil dari bahasa Latin”Septem”, Oktober berasal dari kata “Octo” November, dari bahasa Latin”Novem” Desember , dari kata “Decem”



Sumber : infoyunik.com

Inilah Alasan Larangan Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia dan Banyak Anak”

Cahayatasbih.com - Pernikahan adalah suatu hal yang diidam-idamkan oleh semua orang. Pada saat melangsungkan pernikahan, pastilah mereka akan mendapatkan banyak doa untuk kebaikan pernikahan kita. Tapi mengapa Rasulullah melarang mendoakan pengantin “semoga bahagia dan banyak anak”? Inilah jawaban dari pertanyaan tersebut.


Alasan Mengapa Rasulullah Melarang Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia dan Banyak Anak”?

Kisah ini bermula ketika Uqail menikah. Pada saat pernikahan ia merasakan kegundahan ketika mendengar doa orang-orang yang datang “semoga bahagia dan banyak anak”. Untuk mengatasi kegundahan itu, Uqail segera meluruskan ucapan untuk pengantin dan mengatakan pada tamu agar mereka tidak mengucapkan doa itu untuknya yang sedang menikah karena Rasulullah telah melarang hal ini. Kemudian, para tamu bertanya doa apa yang harus mereka panjatkan untuk pernikahannya.

Uqail menjelaskan bahwa Rasul telah mengajarkan doa untuk pengantin baru sesuai sunnah, “Semoga Allah memberikan berkah padamu, semoga Allah memberikan berkah atasmu, dan semoga Allah menuntun kalian berdua dalam kebaikan”.

Alasan mengapa Rasulullah melarang mengucapkan doa itu pada pernikahan, hanya Allah yang mengetahuinya. Tapi kita dapat mengambil hikmah dari larangan itu bedasarkan yang disampaikan oleh Muhammad Fauzil di buku yang berjudul Kado Pernikahan untuk Istriku dan buku Bahagianya Merayakan Cinta oleh Ustadz Salim.

Apabila kita lihat dari hukumnya, maka hukum mendoakan pengantin dengan doa itu adalah makruh. Larangan tersebut bukan berarti haram karena pada suatu waktu, Rasulullah membanggakan umatnya yang semakin banyak dari nabi sebelumnya. Hal ini berarti beliau suka jika umatnya memiliki anak yang banyak. Bahagia dalam pernikahan pun juga tidak dilarang. Tapi doa agar bahagia dan punya anak banyak dirasa kurang tepat.

Terdapat doa untuk calon pengantin yang lebih baik. Doa di atas seharusnya menjadi doa yang dipanjatkan oleh para tamu pada sebuah pernikahan. Alasan mengapa doa itu tidak tepat karena tak semua pernikahan dapat berjalan dengan bahagia. Terlebih pada awal-awal pernikahan biasanya akan terjadi masalah-masalah kecil. Oleh karena itu, bayangan bahwa pernikahan itu akan selalu bahagia dan memiliki banyak anak tak sepenuhnya benar dan tidak semua pernikahan mendapatkan kedua hal itu.

Dalam kehidupan, segala hal dapat terjadi. Termasuk dalam sebuah pernikahan. Hari-hari yang dijalani oleh pasangan suami istri tidak selamanya akan mulus. Pastilah terdapat krikil kecil yang menjadi masalah dalam pernikahan mereka. Oleh karena itu, doa memohon keberkahan dari Allah memanglah lebih baik. Sehingga dalam keadaan bahagia ataupun lagi ada masalah, semoga Allah selalu memberikan berkah pada setiap yang kita lakukan.

Keberkahan yang diberikan Allah dalam suatu pernikahan akan menciptakan kebahagiaan di dalam hari pasangan suami istri. Begitu juga dengan kehadiran seorang anak. Tak semua orang dikaruniai anak yang banyak. Bahkan ada beberapa orang yang diberi ujian oleh Allah tidak memiliki anak. Oleh karena itu, meminta keberkahan dari Allah dirasa paling penting agar kita tetap diberikan keberkahan meskipun tidak memiliki anak banyak.

Selain itu, doa untuk senantiasa dituntun dalm jalan Allah juga lebih penting. Apapun yang kita lakukan apabila itu tidak berada di jalan Allah maka akan menyebabkan dosa bagi diri kita. Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, baik itu senang, sedih, punya anak banyak, sedikit, ataupun tidak punya, semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk berada di jalan kebenaran, yakni sesuai dengan ajaran agama Islam.



Sumber : kumpulanmisteri.com

Inilah 5 Perilaku Sederhana Suami yang dapat Membahagiakan Istri

CahayaTasbih.com - Kehidupan rumah tangga memang
memerlukan sikap saling pengertian antara suami dan istri. Sikap saling pengertian tersebut tidak didapat tumbuh jika diantara suami istri tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi psikologis satu sama lain terutama suami.

Inilah 5 Perilaku Sederhana Suami yang dapat Membahagiakan Istri
Sumber: Google.com
Suami sebagai pemimpin rumah tangga perlu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kondisi psikologis istri karena istri sebagai wanita memiliki perasaan yang halus. Ada kalanya sikap suami yang terlihat kecil dapat membuat istri sedih atau pun bahagia. 

Berikut beberapa perilaku suami yang dapat membahagiakan istri:
1.  Tidak mencela masakan atau hasil pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan istri 
Memasak bagi sebagian istri bisa jadi merupakan hal yang sangat berat dilakukan. Bukan hanya karena pengalaman yang mungkin minim, tapi juga karena memang istri tidak memiliki minat bakat atau motorik yang kurang baik untuk memasak. Misalkan, sering tidak sengaja menjatuhkan sesuatu atau kurang peka memberi rasa pada masakan. 

Bagi istri yang kondisinya seperti itu, maka memasak menjadi hal yang sangat berat baginya. Meski begitu, jika sang istri tetap mencoba memasak demi keluarga, jangan sepelekan usahanya dengan mencela hasil masakannya. Walaupun rasanya mungkin hambar atau anyep atau terlalu asin, hargailah dengan tidak mencelanya. Mengatakan rasa sesungguhnya dari hasil masakannya akan membuat istri sedih dan menjadi tidak percaya diri lagi untuk mencoba memasak. Hendaknya para suami mencontoh Rasulullah SAW yang tidak pernah mencela makanan. 

 “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak sekali-kali mencela makanan. Jika Baginda menyukainya Baginda memakannya, dan jika Baginda tidak menyukainya Baginda akan meninggalkannya. (tidak memakannya).” (HR. Bukhari) 

2. Berusaha keras memenuhi kebutuhan rumah tangga meskipun istri bekerja
Menjadi kewajiban setiap suami memenuhi setiap kebutuhan rumah tangga. Akan tetapi, ada kondisi di mana kebutuhan rumah tangga lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan suami sehingga mengharuskan istri bekerja. Atau kondisi lain di mana sebelum menikah, si istri sudah lebih dulu bekerja dengan niat mencari nafkah agar bisa membantu perekonomian keluarga. 

Jika kondisinya demikian yakni istri bekerja, tidak menghilangkan kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Apalagi, sampai menggantungkan kebutuhan rumah tangga pada pendapatan istri. 

Suami hendaknya menunjukkan sikap lebih bekerja keras dan berusaha agar dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui pendapatannya. Sikap bekerja keras dan berusaha tersebut akan membuat istri terharu dan akan lebih ikhlas membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui pendapatan yang didapatnya. 

Sebaliknya, jika suami tidak menunjukkan sikap tersebut, maka istri akan merasa tidak terlindungi karena ia yang menjadi sandaran dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ketahuilah para suami, istri yang bekerja itu lelah fisik dan jiwa. Harus berangkat pagi pulang sore ditambah ketika tiba di rumah harus melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga. Belum lagi ketika di kantor. Terkadang menghadapi pekerjaan kantor yang menumpuk atau bertemu rekan kerja yang lidah dan sikapnya sangat mengganggu. 

Hal-hal tersebut sangat melelahkan jiwa dan raga istri. Karena itu pada suami, janganlah bergantung pada pendapatan istrimu. Berusahalah agar tidak menyentuhnya hingga istrilah yang dengan ikhlas menyerahkan pendapatannya kepadamu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

3. Tidak melulu memegang HP saat bersama
Adalah hal yang jamak ditemui saat ini pasangan suami istri yang raganya bersama namun jiwanya berada di tempat yang berbeda. Itu karena masing-masing sibuk dengan HP atau gawai (gadget) yang ada di tangannya. 

Terutama suami. Seolah-olah tidak ada yang lebih menarik selain HP di tangannya. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur coba para suami perhatikan, manakah waktu Anda yang lebih banyak Anda habiskan, apakah bersama istri atau bersama HP Anda? Atau jangan-jangan Anda lebih khawatir ketinggalan HP dibanding ketinggalan istri. 

Wahai para suami, sesunguhnya istri lebih membutuhkan Anda daripada HP Anda. Cobalah sisihkan HP Anda saat bersama istri Anda. Tatap matanya ketika bicara. Perhatikanlah setiap gerak geriknya dan ceritanya meskipun tidak menarik atau cerita yang sudah diulang ribuan kali. Tempatkanlah diri Anda dengan respon terbaik. Jangan alihkan wajah Anda menghadap gadget Anda. Itu akan membuat istri Anda sedih dan merasa terabaikan. 

4. Menggunakan panggilan sayang di HP 
Ketika telah menikah, biasanya pasangan suami istri akan memanggil dengan panggilan sayang. Bahkan Rasulullah pun memiliki panggilan sayang kepada istrinya, Aisyah Ra yakni Yaa Humaira yang artinya yang berpipi merah. 

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW dapat menjadi contoh bagi para suami agar memiliki panggilan sayang kepada istrinya. Panggilan sayang tersebut, tidak hanya diucapkan saat memanggil tapi juga saat memberi nama di kontak HP. 

Sangat mengeherankan dan sedih bagi istri jika suaminya membuat nama di kontak HPnya nama yang lain bahkan nama yang seperti merahasiakan nama asli. Meskipun dengan alasan demi menjaga keamanan. Alangkah baiknya jika suami menamai kontak istrinya di HP dengan panggilan sayang sebagai tanda bukti bahwa istri adalah orang yang spesial. 

5. Merespon comment/like/tag postingan  istri di media sosiaL
Media sosial semakin banyak ragamnya. Termasuk penggunanya adalah pasangan suami istri. Ada kalanya istri yang ketika membuka akses media sosial memposting atau memberikan like atau berkomentar dengan mentag suami. 

Berharap agar yang dilakukannya tersebut mendapatkan respon yang baik dari suami. Namun, seringkali suami tidak peduli dengan apa yang dilakukan istri. Bahkan tidak merespon sedikitpun atau memprotes tindakan istri karena merasa terganggu dengan apa yang dilakukan si istri. 

Ketahuilah para suami, respon Anda yang acuh seperti itu akan membuat istri merasa tidak dihargai. Apalagi, media sosial dilihat banyak orang dan tidak adanya respon Anda akan membuat orang lain menduga-duga apa yang terjadi diantara Anda dan istri.

 Sumber: Ummi-online.com

Ternyata, Inilah Kunci Sukses Yang Jarang Diketahui Para Suami!

Cahayatasbih.com - Dalam sebuah sesi santai, laki-laki pengusaha ini mengisahkan tentang salah satu episode kehidupan yang dia alami. Ada peluang bisnis. Dia bergegas, tapi menghadapi rintangan yang tidak sempat dia prediksikan sebelumnya. Mengupayakan berbagai jalan, tapi tidak menemukan solusi. Lama. Berulang kali.


Akhirnya, ia teringat istrinya. Seketika itu juga, dia mengambil ponsel, mencari kontak sang istri, kemudian menghubunginya. Dalam perbincangan singkat itu, laki-laki empat puluhan tahun ini berkata, “Maafkan semua kesalahanku, ya. Lahir dan batin.”

Sang istri pun menyampaikan maaf serupa. Saling bermaafan. Lalu telepon ditutup.

“Tidak lama setelah itu,” ungkap laki-laki keturunan Manado-Bandung ini, “Allah Ta’ala memberikan solusi yang tidak pernah saya perkiraan. Begitu saja. Semuanya berjalan di luar kekuasaan saya. Dimudahkan. Transaksi berhasil. Alhamdulillah.”

***

Tiada yang istimewa dari laki-laki yang kini menjadi salah satu pejabat di sebuah partai, dalam kepengurusan tingkat kabupaten/kota ini. Sosok beranak satu ini sehari-hari terbiasa dengan mencuci baju, adzan di mushola, dan segenap pelayanan kepada anak laki-lakinya.

Dari tampilannya, tiada yang mengira bahwa laki-laki ini menargetkan dua milyar transaksi di tahun ini. Jaringan usahanya terkenal di daerah itu.

“Saya bisa seperti ini,” tuturnya pada suatu ketika, “karena dukungan istri. Dialah yang menjadi jembatan utama hingga saya seperti ini.” Maka ketika dia bisa membangun rumah dua lantai yang didesain untuk pengajian ibu-ibu dan anak-anak sekitar, laki-laki ini berkisah syahdu, “Aku menangis. Gak mengira. Dahulu, jangankan rumah. Bermimpi juga gak mampu. Setelah Kuasa Allah ta’ala, dukungan istri adalah yang paling utama.

***

Dua kisah dalam tulisan ini sangat nyata. Fakta. Benar-benar terjadi dan sangat bisa dibuktikan. Jika ada begitu banyak impian yang belum tercapai, cobalah koreksi bagaimana kualitas hubungan dengan Allah Ta’ala, lalu interaksi Anda sebagai seorang suami kepada istri.

Sebaliknya, tengoklah mereka yang sudah berhasil. Tanyakan dengan jujur tentang salah satu kunci suksesnya. Hampir semua di antara mereka pasti memasukkan faktor istri sebagai kunci utamanya.

Fakta ini, hendaknya juga menjadi pelecut. Satu di antara sebab macetnya potensi mereka yang masih sendiri adalah belum adanya pasangan hidup yang sanggup memberikan seluruh potensi untuk mendukungnya menggapai sukses di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam.



Sumber : keluargacinta.com

Inilah Alasan Mengapa Rasulullah Melarang Suami Pergi Lalu Pulang Pagi Hari

Cahayatasbih.com - Salah satu pesan Rasulullah sekaligus adab dalam bepergian adalah, janganlah seorang laki-laki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya di malam hari. Mengapa?
Sumber : keluargacinta.com

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani menceritakan asbabul wurud hadits yang melarang pulang safar di malam hari.

Telah beberapa hari sahabat itu bepergian. Dan malam ini, ia pulang ke Madinah dan langsung menemui istrinya. Betapa kaget dirinya, ternyata ada seseorang yang bertubuh tinggi besar tidur di samping istrinya. Ia langsung menghunus pedang dan berniat menebas orang itu. Untungnya, ia terlebih dulu mencolek istrinya dengan pedang tersebut dan bertanya, “Siapa orang ini?”

“Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi mendandaniku dan karena terlambat pulang, ia menginap di sini,” jawab sang istri.

Alhamdulillah… hampir saja ia melakukan kesalahan fatal jika saja tidak bersabar dan langsung menebaskan pedangnya ke orang tersebut, yang ternyata adalah perempuan tukang sisir.

Paginya, usai shalat Subuh, sahabat ini menghadap Rasulullah dan menceritakan kisahnya semalam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

إِذَا دَخَلْتُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ طُرُوقاً
“Jika salah seorang dari kalian lama bepergian, janganlah ia mendatangi istrinya di malam hari” (HR. Ahmad)

Mengapa Rasulullah melarang seorang suami pulang safar menemui istrinya di malam hari? Dalam riwayat yang lain disebutkan alasannya.

إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ
“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Inilah alasannya. Ketika ditinggal suaminya lama bepergian, lalu tiba-tiba suaminya datang di malam hari, dikhawatirkan istrinya tersebut tidak siap menyambutnya. Rambutnya masih acak-acakan. Bulu-bulu rahasianya mungkin juga tidak terawat dan baunya sangat tidak sedap. Karenanya menurut para ulama, seorang suami makruh pulang dari bepergian secara tiba-tiba di malam hari, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Kalaupun terpaksa pulang di malam hari, dianjurkan untuk menyampaikan kabar terlebih dulu.

Imam An Nawawi ketika menjelaskan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim, beliau mengatakan bahwa larangan ini berlaku bagi yang bepergian lama dan datang mendadak tanpa pemberitahuan. Adapun musafir yang sudah memberitahu sebelumnya, maka tidak termasuk dalam larangan ini.

“Adapun jika safarnya dekat dan istrinya pun mengharapkan kedatangannya pada malam hari, ” terang beliau, “maka pulang malam pun boleh. Begitu pula jika telah ada informasi awal yang memberitahukan kedatangannya kepada istri dan keluarganya, hal ini pun tidak mengapa.”

Imam Asy Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar bahwa hikmah dilarangnya musafir mendatangi istri pada malam karena kemungkinan ia mendapati istrinya yang tak menyadari kedatangannya, sehingga ia tidak siap membersihkan diri dan bersolek.

Mengapa suami perlu memberitahukan kedatangan dan istri perlu menyambutnya dengan bersih dan rapi? Demikianlah Islam mengatur sesuai fitrah manusia. Suami istri yang berpekan-pekan terpisah oleh safar tentu merasakan kerinduan dan menantikan kehangatan kasih sayang antara keduanya. Islam pun mensunnahkan untuk mensegerakan berhubungan sekembalinya suami dari safar. Tentu hal itu bisa berjalan dengan baik jika keduanya telah siap; bersih, harum, rapi. Para sahabat dan shahabiyah sangat mengerti dengan sunnah ini. Itulah mengapa ketika Abu Thalhah pulang dari berjihad, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat dan mengajaknya ke tempat tidur meskipun saat ini anaknya baru saja meninggal. Ummu Sulaim melupakan kesedihannya kehilangan putra dan tidak ingin suaminya terpikirkan kabar duka itu hingga kehilangan gairahnya. Justru karena kesabaran inilah, keesokan harinya Rasulullah mendoakan keberkahan bagi keduanya.

Bagaimana dengan zaman sekarang? Masih terlarangkan pulang malam dari bepergian, sementara terkadang kita dapat jadwal kendaraan (pesawat terbang atau kereta api) malam?

Di zaman dulu, memberikan kabar kedatangan tidak bisa secara tiba-tiba. Tetapi sekarang, semuanya menjadi mudah dengan adanya alat komunikasi (telepon atau HP). Kita bisa mengabarkan kepulangan kita melalui telepon, SMS, WhatsApp, BBM dan sejenisnya. Sehingga istri bisa bersiap-siap menyambut seperti sabda sang Baginda. Kendati demikian, pulang terlalu larut malam juga tidak baik karena bisa jadi istri telah tertidur atau tetangga terganggu dengan kedatangan kita.

Wallahu a’lam bish shawab.


Sumber : keluargacinta.com

Wahai Istri, Ingin Suami Makin Cinta? Lakukan 10 Tips Ini Yuk..

Cahayatasbih.com - Sahabat, siapa sih yang tak ingin dicinta dan disayang suami? Bahkan kebahagiaan tertinggi dalam menjalin sebuah rumah tangga adalah cinta kasih yang terjalin antara suami – istri dan anak-anak. Tetapi, yang namanya kehidupan rumah tangga pasti ada batu kerikil yang kadang menjadi sandungan dan menyebabkan pertengkaran-pertengkaran kecil. Apalagi jika usia pernikahan telah berlangsung berpuluh tahun, maka sebagai istri Bunda harus pandai mengambil hati suami sehingga ia makin cinta sama kita.

Wahai Istri, Ingin Suami Makin Cinta? Lakukan 10 Tips Ini Yuk..

Nah, tips di bawah bisa sahabat Ummi coba aplikasikan dalam upaya mempererat cinta kasih suami tercinta.

1. Tampillah hebat all time

Cantik dan muda itu anugerah, tak bisa diminta atau dipilih. Akan tetapi tampil menarik itu kemasan yang bisa kita olah dengan segenap upaya. Nah sahabat Ummi, selalu tampil hebat di hadapan suami menjadi daya tarik tersendiri. Meski sudah terlampau sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, jangan sampai Bunda meninggalkan berdandan yang cantik untuk suami. Karena tak ada laki-laki yang menyukai wanita lusuh dan tak sedap dipandang mata. Fisik memang bukan segalanya, tapi tampil rapi, bersih dan menarik membuat suasana menjadi lebih cerah tentunya.

2. Bersikap romantis

Kalau belum menikah (masih dalam tahap ta’aruf) kita mati-matian untuk bersikap seromantis mungkin, tapi kalau sudah menikah biasanya lupa akan hal ini. Padahal, bersikap romantis justru sangat diperlukan dalam hari-hari suami-istri lo sahabat Ummi. Sesekali Bunda perlu bersikap manja dan romantis pada suami. Tentu tidak sepanjang hari atau tidak melulu dengan hal-hal yang mewah. Pada momen tertentu cukup lakukan hal-hal sederhana namun berkesan. Misalkan menyiapkan baju sarimbit saat akan menghadiri pesta teman kerja suami atau menggandeng tangannya dengan lembut dan mesra.

3. Menyambut dengan Senyum

Pulang dari kerja adalah waktu yang tepat bagi Bunda untuk membahagiakan suami. Sambut suami dengan senyum termanis yang Bunda miliki dan dengan dandanan yang sejuk dipandang tentunya. Tak ada yang lebih membahagiakan dari senyum tulus istri sebagai pelepas lelah usai seharian bekerja memeras otak dan tenaga. Jika Bunda memiliki beberapa problem yang perlu dibicarakan, tunda terlebih dahulu. Jangan sampai suami pulang kerja Bunda sambut dengan berbagai keluhan dan omelan. Yang ada suami balik badan dan tak jadi masuk rumah. Biarkan suami melepas lelah terlebih dahulu. Berganti pakaian dan bersih diri hingga ia bersantai.

4. Pandai memanaje uang belanja

Memberi uang belanja adalah kewajiban suami, namun bukan berarti sahabat Ummi harus menghabiskan semuanya bukan? Sisihkan beberapa rupiah untuk berhemat. Dengan rajin menabung dan tidak selalu kurang atas pemberian suami akan membuat suami makin cinta sama kita. Terlebih ketika kita bisa kreatif dalam memanfaatkan dan mengolahnya.

5. Pijit suami sebelum tidur

Sebelum tidur adalah momen berdua dengan suami. Ciptakan suasana menyenangkan agar tidur bisa nyenyak dan menjadi waktu istirahat yang baik. Obrolkan hal-hal ringan yang menyegarkan pikiran. Tawarkan sebuah pijatan baginya sebagai obat pelepas lelah.

6. Persiapkan acara akhir pekan yang menyenangkan

Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu setelah 6 hari sibuk bekerja. Menyambut akhir pekan hendaknya Bunda mempersiapkan hal-hal manis yang bisa dilakukan bersama suami dan anak-anak. Misalkan memasak berbagai aneka makanan sebagai bekal piknik bersama, mengunjungi tempat-tempat kesukaan, atau menyiapkan film favorit untuk dinikmati bersama di rumah.

Baca Juga : MasyaAllah! Ternyata Ini Doanya Agar Keluarga Sakinah Selalu

7. Perhatikan segala yang ia suka

Menjadi istri tentu sahabat Ummi tahu apa yang suami suka dan tidak suka. Perhatikan segala yang ia suka, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, buku kesukaan, atau kegiatan yang suka ia lakukan dalam mengisi waktu luang. Dengan memperhatikan segala kesukaannya ia akan merasakan energi cinta Bunda dan suami pun akan balik semakin cinta sama kita.

8. Jangan nomor duakan

Tak ada suami yang suka dinomorduakan bahkan dengan anak atau orang tua sekalipun. Bunda harus pandai dalam bersikap sehingga suami tidak merasa dinomorduakan. Apalagi membanding-bandingkannya dengan suami teman atau tetangga. ”Haduhhh... mas gimana sih gitu aja kok nggak bisa. Pak Z aja yang tamatan SMP bisa kok!” alih-alih suami akan berupaya untuk bisa melakukannya, ia akan menjaga jarak aman agar terhindar dari komentar-komentar kita.

9. Beri pujian

Sebagaimana wanita, laki-laki juga suka dipuji. Terlebih oleh orang yang dicintainya. Puji suami kita seperlunya, asalkan jangan dibuat-buat dan terkesan basa-basi lo. Pahami suami dan berikan pujian pada waktu dan tempat yang tepat sehingga mengena di hatinya.

10. Jadilah teman curhat yang hebat

Saat suami tampak banyak pikiran, sahabat Ummi harus mengambil peran sebagai teman curhat yang hebat. Dengarkan keluh kesahnya dan berikan pendapat seperlunya. Jika ada yang salah, jangan salahkan suami dengan serta merta. Arahkan secara perlahan dan jangan terkesan menggurui. Sahabat Ummi harus bisa menjadi teman curhat yang bisa dipercaya.

Nah sahabat Ummi, itu adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan agar suami makin cinta. Selebihnya Bunda bisa melakukan eksplorasi sendiri untuk memikat hati suami pujaan. Tentu kita lebih mengerti dan memahami style suami masing-masing. Karena setiap orang punya ciri dan karakter yang berbeda. Selamat mencoba ya sahabat Ummi...


Sumber : ummi-online.com

Kategori

Kategori